Tumpah….

Ungkapan Imajinasi Liar Pujangga Jalang

Archive for the ‘Kebangsaan’ Category

Lego Indonesia (2)

Posted by catrya on 25 May 2007

Waktu aku pulang ke Indonesia yang terlihat oleh aku adalah negara sedang terluka. Bayangkan musibah dan bencana yang silih berganti berganti. Wah ini bagi aku sih pertanda bakal rubuh atau sesuatu yang lebih buruk. Oi! DPR ngapain aja disana, Menteri ngapain aja kalian. Kalo kalian gak dukung atau sibuk dengan politik bisa rubuh Indonesia mana tiang-tiang Negara udah reyot lagi… dan yang kalian lakukan cuma bisa mengikis tiang-tiang itu. Negara bagai sebuah rumah tua bertingkat-tingkat yang sudah condong tinggal menunggu tumbangnya.

Ada yang tau dengan kisah berakhirnya dinasti Han-nya Cina? Tepat sekali Sam Kok, atau San Kuo alias Romance of Three Kingdoms. Pada akhir dinasti Han kondisinya hampir mirip dengan kondisi Indonesia pada saat ini. Para pejabat banyak yang besar kepala melupakan dan menyengsarakan rakyat padahal sudah dipilih oleh rakyat. Anggaran yang dibengkakkan. Minta kereta kencana, padahal banyak rakyat yang jangankan make, liat sepatu aja belon. Demi kepentingan golongan membatasi syarat formal untuk menjadi presiden harus lulusan S1. sementar jutaan rakyat masih banyak yang harus berpuas diri dengan hanya sampai ditangga SMP. Belon lagi kasus yang bunuh diri gara-gara gak sanggup bayar uang BP3 dan uang SPP.

Para pejabat dan anggota DPR yang terhormat. Apa yang kalian minta, memperkaya diri?? Jadi itu sebab kalian memilih dan mempertahankan si Kuntoro sebagai ketua BRR agar kalian juga bisa kecipratan duitnya? OK, kalo gitu plus bonus peluru yang keluar dari AK47 dan mendarat di jantung atau di jidat kalian bagaimana? Kapan kalian sadar? Apakah sampai seorang satpam atau tukang sapu gedung DPR, tiba-tiba saja menikam kalian dari belakang?

Jangan cuma bisa ngusulin kenaikan gaji, atau permasalahkan wakil partai dikabinet. Masalah yang lebih besar berada didepan para “wakil rakyat yang terhormat”. Jangan sampai kutu diseberang lautan tampak, gajah dipelupuk mata tak tampak.

Posted in Artikel, Kebangsaan, Politik | Leave a Comment »

Lego Indonesia (1)

Posted by catrya on 2 June 2006

NKRI….. Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebuah kalimat yang terkadang diucapkan sepele oleh para politikus namun berat untuk dipikul oleh rakyat jelata.

Ada yang masih ingat tujuan dari berdirinya Indonesia? Kok? Jangan bertanya ‘Kok?’. Jangan anggap sepele tentang tujuan negara. Negara, pada hakikatnya adalah kumpulan dari komunitas manusia. Mengapa berkumpul?? Nah itu dia tujuan negara. Kalau warga negara itu sudah lupa akan tujuan negaranya masihkah negara itu teguh dan kokoh melawan segala ancaman???

Tujuan negara juga membuat aku berhenti mensupport GAM (Gerakan Aceh Merdeka). Pindah ke Bandung terus ke Jepang memberi aku sudut pandang lebih luas untuk melihat Aceh bahkan Indonesia. Seorang di IRC mengkampanyekan “Aceh Merdeka”. Terus aku tanya setelah merdeka kita mau buat apa. Eh, malah dia ngomong TNI sudah bantai dengan segala macam. maaf bagi yang mungkin mengira aku menganggap sepele masalah Aceh. Aku orang aceh, hai cutbang. GAM tidak menyampaikan tujuan negara Aceh kepada orang terbawahnya. Ada kemungkinan tujuan negaranya itu salah. Langsung hilang kepercayaan aku sama GAM.

Balik ke masalah Indonesia. Tujuan negara Indonesia itu negara yang merdeka bersatu berdaulat adil dan makmur. Ini tidak jauh dengan tujuan Pemerintahan Indonesia, yaitu:

  • Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
  • Memajukan kesejahteraan umum
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa
  • Melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
  • Ada yang aneh???
    Tentu saja ada yang aneh. Tidak semua bangsa Indonesia terlindungi. Ada yang tidak masuk sekolah. Ada yang masih gak makan 3 kali sehari. Politik dunia… masih belon ada urusan.

    Indonesia diambang keruntuhan, mungkin ada yang berpikir begitu. Tapi masih ada yang belon menyerah untuk menyelamatkan negeri ini dari keruntuhan. Politik bersih, bukan politik uang yang dipakai oleh beberapa partai besar negeri ini. Ada yang mengajukan konsep Negara Federasi Indonesia. Dan terus dibantah oleh banyak orang, termasuk aku waktu itu. Sekarang masalah kian pelik. Dari mana memperbaiki Indonesia???

    Aku bingung. Kamu bingung gak???
    Pikiran awam aku berpikir seandainya Indonesia ini sebuah mobil.
    Karburatornya rusak, ganti karburatornya. Rusak, ganti! Tapi kalau hampir semua onderdilnya rusak? Beli mobil baru…

    Kalo Indonesia ini sebuah kumpulan Lego masalah akan lebih mudah. Aaah… mending to the point aja… Negara Serikat sekarang lebih baik untuk Indonesia. Jangan yang kaya pusat terus kasih kesempatan merata donk untuk rakyat.

    Posted in Artikel, Kebangsaan, Politik | Leave a Comment »

    Uang>Ilmu>Makanan>Obat>Nyawa. Pertidak samaan ini salah??

    Posted by catrya on 27 May 2006

    Dari Kompas…
    Ini yang terjadi di negeri ini.

    Terlambat Diobati
    Permana Akhirnya Tewas

    Setelah tiga hari berada di ruang IGD RSCM, Permana (12), bocah yang mencari uang di kereta api, akhirnya tewas di ruang Irna – A lantai 5 kamar 526, Sabtu (27/5) pagi. Ia meninggal karena terlambat ditangani tim medis.

    Seperti telah diberitakan kemarin (Warta Kota Sabtu 27/5), sebelum masuk ke ruang IGD RSCM, Permana sempat dibawa ke RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur. Namun, karena tak ada orang yang bertanggung jawab dan pihak RSI Pondok Kopi tidak sanggup menanganinya, ia dikirim ke RSCM.

    “Permana tidak bisa mendapat perawatan yang baik karena sistem,” ujar Asfinawati, pengacara dari LBH Jakarta.

    Asfinawati yang sejak awal mengetahui terjadinya peristiwa ini mengatakan, karena Permana hanya seorang gembel, ia tidak diberikan pengobatan yang semestinya.

    “Untuk pelayanan bagi orang miskin pihak rumah sakit tentu akan meminta kartu keluarga miskin. Tapi, Permana itu tidak mempunyainya sebab orangtuanya tidak ada,” paparnya.

    Selain itu, meski ia mendapat bantuan dari negara untuk pengobatan, pihak rumah sakit tidak akan memberi pengobatan yang bagus.

    “Obat atau perawatan yang diberikan bukan obat yang mempunyai standar manjur. Ia hanya mendapat obat standar puskesmas kendati begitu hebat penyakit yang dia derita,” ungkap Asfin.

    Saat ditemui Warta Kota, Sabtu (28/5), dari tubuh Permana yang terbujur kaku terlihat kalau kakinya bengkak dengan dibebat kain coklat. Darah segar pun tampak tembus persis di paha bagian dalam. Sedangkan lengan kirinya bengkak dan terdapat bekas luka di pergelangan bagian depan.

    Asrul, salah seorang pasien yang berada di samping Permana, mengatakan, bocah yang mencari nafkah dengan menyapu di dalam KA itu masuk ke ruang kamar 507, Irna-A sekitar tengah malam. Saat itu, kondisi Permana sudah diinfus. Sekitar tengah malam, infusan sempat diganti. “Yah, suster sempat mengganti botol infusan yang sudah sedikit dan macet,” ujar Asrul.

    Sebelum dipindahkan ke kamar 526, yang masih terletak di lantai 5, Buyung, yang menunggui Asrul, mengaku mendengar Permana merintih kesakitan. “Dia sempat merintih, aduh.. sakit..,” ujar Buyung.

    Kemudian, menjelang pagi, suster memindahkan Permana ke ruang 526. Permana terbaring seorang diri, di dalam ruangan berkapasitas dua pasien ini.

    Pihak Komisi Nasioanal Perlindungan Anak (Komnas PA) semula akan mengunjungi Permana. Sekitar pukul 10.00, saat Warta Kota mendatangi kamar tersebut, salah seorang suster yang piket mengatakan bahwa Permana sudah meninggal. “Pasien itu sudah meninggal tadi pagi,” ujar salah seorang suster.

    Warta Kota dan rombongan Komnas PA mendatangi kamar jenazah. Setengah jam berselang, lima orang rekan Permana tiba di kamar jenazah. Dengan penuh penasaran, mereka yang sebagian besar masih seumur dengan korban, meneteskan air mata ketika melihat wajah Permana.

    David, salah seorang rekan Permana, menuturkan, sebelum kejadian, Permana dan Budi menjalankan rutinitas sebagai tukang sapu di KA. Kedua bocah yang tinggal di Stasiun Bekasi ini naik Kereta Bisnis Sawunggalih (Kutoarjo – Jakarta), Kamis (25/5) siang (bukan KRL seperti diberitakan sebelumnya–Red).

    Permana terhitung pendatang baru di kalangan pencari uang di KA. “Dia nggak tahu bahwa di kereta bisnis itu banyak polsuska yang sering ngejar-ngejar kita,” ujar David.

    Di tengah perjalanan, keduanya melihat petugas yang mengontrol di gerbong empat. Karena takut, keduanya pun menyelamatkan diri. “Pas lihat ada petugas, Budi ngumpet di WC persis dekat pintu gerbong tiga. Permana duduk ketakutan di pinggir pintu,” ujar David.

    Kemudian, petugas itu menendang Permana hingga terpental keluar gerbong. Naas, kaki kanannya nyangkut di peron, sehingga tersambar tiga gerbong kereta tersebut. “Semua orang berkerumun di tempat itu. Saya melihat kulitnya sobek, bahkan tulang kakinya terlihat nyaris putus,” ujar David.

    Salah seorang pengurus Komnas PA, Sephin, mengatakan, pihaknya belum bisa mendapat medical record dari RSCM. Salah seorang petugas RSCM menyarankan Komnas PA menanyakan langsung kepada direktur RSCM, Senin (29/5).

    Aris Merdeka Sirait, Sekjen Komnas PA, mengatakan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban RSCM dalam menangani pasien ini. “Kita ingin meminta medical record kepada RSCM dan menanyakan apakah anak ini mendapatkan perawatan dengan baik atau tidak?”ujarnya. (nir/m2)

    Posted in Artikel, Kebangsaan | Leave a Comment »